Sabtu, 09 Juli 2011

Belajar Himpunan

HIMPUNAN
A.      PENGERTIAN HIMPUNAN
Himpunan merupakan kumpulan benda-benda atau objek-objek yang telah terdefinisi secara jelas  atau sekumpulan objek yang mempunyai satu kesatuan serta mempunyai keterikatan diantara anggota-anggotanya.
Contoh himpunan:
-          Kumpulan kata dalam kamus
-          Kumpulan buku dalam perpustakaan
Sifat keterikatan yang ada dalam kumpulan tersebut biasa disebut sifat-sifat dari himpunan:
1.       Setiap objek dapat dibedakan dari yang satu dengan yang lainnya yang ada dalam unsur/elemen dari himpunan itu sendiri.
2.       Dapat dibedakan mana anggota himpunan dan mana yang bukan.
Contoh:
Umum:  - himpunan mahasiswa ikip pgri bali yang namanya mulai dari huruf A.
         -himpunan binatang berkaki 2
`       -ilmu geometri berhubungan dengan matematika yang berhubungan dengan titik.
                Khusus: - himpunan bilangan positif
                                 -himpunan bilangan real yang x5004
                                 -himpunan asli yang 2 <x<60
ü Lambang himpunan biasa ditulis sebagai berikut: “A” = {    }
                ɛ = elemen / unsur
B.      MENYATAKAN ATAU MENULIS  SUATU HIMPUNAN
1.       Cara pendaftaran
Suatu cara yang dipergunakan untuk menulis himpunan dengan cara mendaftarkan setiap elemen / unsur dari himpunan tersebut.
Contoh : - himpunan bilangan bulat yang kurang dari sama dengan 18,
ditulis B= {0,1,2,3,...}
 -himpunan binatang berkaki 4, ditulis B= {sapi,babi,anjing,...}
2.       Cara pencirian
Suatu cara yang dipakai untuk menyatakan / menulis himpuna dengan cara menulis karakteristik dari setiap elemen / unsur himpunan tersebut.
Contoh: - himpunan bilangan real  yang 2,005<x≤10,11
                        Dinyatakan dalam bentuk pencirian menjadi  R={x/2,005<x≤10,11;xϵR}
 -himpunan bilangan bulat, dinyatakan dalam bentuk pencirian menjadi: B={x/xϵb}


C.      JUMLAH UNSUR SUATU HIMPUNAN
                Banyaknya elemen atau unsur yang terkandung didalam himpunan itu sendiri , biasanya di beri simbol “ N(A)”= kardinal.
                Contoh :
1.       A= {a,i,u,é,o,e}
“N(A)”= 6
2.       B= {-2,-1,0,1,2,3,4}
“N(A)”=7

D.      MACAM-MACAM HIMPUNAN
1.       Himpunan Kosong
Himpunan yang tidak memiliki elemen atau unsur. Simbol himpunan kosong
i.                     {       }
ii.                   Ф atau Ǿ
Contoh : - himpunan nama hari yang diawali huruf z
                -himpunan bilangan bulat 4<x<5
        Jika ditulis dengan cara pencirian menjadi : A= {x/x}
2.       Himpunan Bagian
Jika A adalah himpunan, B juga himpunan  maka himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika untuk setiapn x elemen berada dalam himpunan  A dan untuk setiap x elemen pula berada dalam himpunan B.
Simbol : “C”
Contoh :
1.       A={1,3,5,7}
B=Himpunan bilangan bulat positif yang kurang dari 25
Jadi  ACB
2.       D={0,1,2,3,4}
E={0,1,2,3,4}
Jadi DCE merupakan himpunan bagian biasa.
3.     Himpunan Bagian Sejati
Jika A adalah suatu himpunan dan B juga merupakan suatu himpunan maka himpunan A dikatakan himpunan bagian yang sejati dari himpunan B , jika dan hanya jika untuk setiap x elemen berada dalam himpunan B , paling sedikit sekurang kurangnyaada 1 elemen B Yang tidak berada dalam himpunan A.
Contoh :
1.       A= {1,3,5,7}
B=Himpunan bilangan bulat positif yang kurang dari 25
Jadi ACB adalah himpunan bagian sejati

4.    Himpunan berhingga
Suatu himpunan yang elemen unsur/ anggotanya dapat dihitung banyaknya atau berhingga  banyaknya. Biasanya untuk menyatakan atau menulis himpunan ini tidak perlu ditulis secara keseluruhan dari elemen-elemennya ,cukup ditulis anggota awalnya serta anggota akhirnya.
Contoh :
1.       A=himpunan bilangan bulat positif < 2000
Jadi A={0,1,2,3,4,...,1999}

5.    Himpunan Tak Berhingga
Suatu himpunan yang elemen / unsur maupun anggotanya tidak dapat dihitung banyaknya(tak berhingga). Untuk menyatakan / menulis himpunan ini tidak perlu ditulis semuanya ukup ditulis elemen awal  dan titulis 3 titik tanpa ada elemen berikutnya.
Contoh:
1.       Himpunan bilangan asli
Jadi A= {1,2,3,...}
2.       Himpunan bilangan bulat
Jadi B={...,-2,-1,0,1,2,3,...}
6.    Himpunan Semesta(S)
Suatu himpunan yang elemen/unsur anggotanya merupakan keseluruhan dari objek objek pembicaraan didalam himpunan itu sendiri.
Contoh :
1.       A= himpunan garis yang saling berpotongan dalam suatu bidang datar
B= Himpunan suatu kurva yang saling berpotongan dalam suatu bidang datar
Jadi himpunan semesta adalah kumpulan titik-titik pada suatu bidang datar
7.    Himpunan Complument ( Ac)
Jika S adalah himpunan semesta dan A merupakan suatu himpunan bagian dari himpunan S, Maka Ac adalah suatu himpunan yang elemen atau unsur atau anggotanya adalah yang tidak berada pada himpunan A itu sendiri.
8.    Himpunan Bersandi
Jika A dalah himpunan dan B juga himpunan maka Himpunan A dikatakan himpunan bersandi  dari himpunan B jika dan hanya jika paling sedikitnya ada satu atau lebih unsur atau elemen dari kedua himpunan tersebut mempunyai anggota yang sama.
Contoh ;
1.       A= {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10}
B= {5,7,9,11,13,15,17}
Jadi A bersandi B= {5,7,9}
9.    Himpunan Lepas
Jika A adalah suatu Himpunan dan B juga himpunan , maka A dikatakan himpunan lepas dari himpunan b jika dan hanya jiak kedua himpunan tersebut tidak mengandung unsur atau elemen yang saling bersekutu.
Contoh:
1.       A = {x/x bilangan ganjil}
B = {x/x bilangan genap}
Jadi A himpunan lepas B
10. Himpunan Sama
Jika A suatu himpunan dan b juga merupakan suatu himpunan maka himpunan A dikatakan Himpunan sama dengan himpunan B ,jika dan hanya jika untuk setiap x elemen berada dalam himpunan A dan x elemen berada pula pada himpunan B , begitu pula sebaliknya, maka dikatakan himpunan sama.
Contoh :
1.       A={a,i,u,e,o}
B={u,e,o,a,i}
Jadi A=B
2.       C={0,1,2,3,4,5,6}
D= {Himpunan Bilangan bulat positif yang kurang dariu dan sama dengan 6}
Jadi C=D
11. Himpunan Sederajat
Jika A merupakan suatu himpunan dan b juga merupaakan suatu himpunan, maka himpunan a dikatakan himpunan sederajat dengan himpunan B jika dan hanya jika kedua himpunan tersebut mempunyai jumlah bilangan kardinal.
Contoh ;
1.       A={a,b,c,d,e,f,g}
B={0,1,2,3,4,5,6}
N(A)= 7
N(B)=7
N(A)=N(B)
Jadi A sederajat dengan B

Rabu, 06 Juli 2011


SISTEM KOLOID
A.   A.   KOLOID
Koloid adalah campuran beberapa zat yang sifat-sifatnya berada diantara sifat larutan dan suspensi  ( campuran kasar).
Perbedaan koloid dengan larutan dan suspensi:
Larutan
Ø  Homogen
Ø  Dimensi kurang dari 1nm
Ø  Tersebar merata
Ø  Tidak memisah jika didiamkan
Ø  Tidak dapat dilihat dengan mikrosof ultra
Ø  Tidak dapat disaring
Koloid
Ø  Heterogen
Ø  Dimensi kurang dari 1nm- 100 nm
Ø  Tersebar merata
Ø  Tidak memisah jika didiamkan
Ø  Tidak dapat dilihat dengan  mikrosop ultra
Ø  Tidak dapat disaring
Suspensi
Ø  Heterogen
Ø  Dimensi lebih dari 100nm
Ø  Mengendap
Ø  Memisah jika didiamkan
Ø  Dapat dilihat dengan mikrosop biasa
Ø  Dapat disaring dengan saringan biasa
B.      JENIS-JENIS KOLOID
Koloid dibedakan kedalam 2 fase yaitu fase terdispersi dan fase pendispersi
Terdispersi
Pendispersi
Nama
Contoh
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, debu
Gas
Cair
Buih
Busa sabun, krim kocok
Cair
Cair
Emulsi
Susu, santan, minyak ikan
Padat
Cair
Sol
Tinta, cat, sol emas
Gas
Padat
Buih padat
Karet busa , batu apung
Cair
Padat
Emulsi padat
Mutiara, mentega, keju,
Padat
Padat
Sol padat
Gelas warna, intan, kaca

C.      SIFAT – SIFAT KOLOID
·      Efek tyndall
Efek tyndall adalah penghamburan cahaya akibat dari adanya sisatem koloid.
·      Gerak brown
Gerak brown adalah gerakan partikel terdispersi dalam sistem koloid yang terjadi karena adanya tumbukan antar partikel, gerakan ini sifatnya acak dan tidak berhenti.
·      Elektoforesis
Elektroforesis adalah suatu proses berpindahnya partikel-partikel  dalam sistem koloid karena pengaruh medan listrik
·      Adsorpsi
Adsorpsi  adalah proses penyerapan bagian permukaan benda atau ion yang dilakukan sistem koloid sehingga sistem koloid ini mempunyai  muatan listrik.
·      Koagulasi
Suatu keadaan dimana partikel- partiikel koloid membentuk gumpalan.
KOLOID BERDASARKAN DAYA TARIK TERHADAP AIR
ü  Koloid liofil
(yunani : lio= cairan, philia=menyukai)
Suatu sistem koloid dimana zat terdispersi mempunyai afinitas ( daya tarik ) besar terhadap medium pendipersinya.
ü  Koloid liofop
(yunani ; lio= cairan, phobia = membenci)
Suatu sistem koloid yang fase terdispersinya mempunyai afinitas ( daya tarik) kecil terhadap medium pendispersinya.
PERBEDAAN KOLOID LIOFIL DAN KOLOID LIOFOB
Liofil
Liofob
-          Stabil pada kondisi zat yang terdispersi mempunyai konsentrasi kecil maupun besar
-          Koagulasi terjadi bial zat elektrolit yang ditambahkan dalam jumlah banyak
-          Ketiak berkoagulasi beentuk gumpalan seperti gel
-          Reversibel, bial dikeringakan dapat membentuk koloid kembali dengan penambahan pendispersi seperti semula.
-          Kestabilan tidak terpengaruh dialisis
-          Peristiwa efek tyndall tidak terlihat jelas.
-          Viskositas besar pada pendispersi murni, bila lama didiamkan akan menyerupai agar-agar
-          Tekanan permukaan pendispersi terpengaruh partikel terdispersi
-          Stabil hanya bila zat yang terdispersi mempunyai  konsentrasi kecil
-          Mudah berkoagulasi (mengendap) dalam zat elektrolit
-          Ketika berkoagulasi  bentuk gumpalan seperti  mayonaise
-          Tidak reversibel, bila dikeringkan tidak dapat membentuk koloid kembali
-          Kestabila terpengaruh dialisis
-          Peristiwa efek tyndall terlihat jelas
-          Viskositas kecil
-          Tekanan permukaan pendispersi tidak terpengaruh partikel terdispersi

MANFAAT KOLOID DAN KERUGIAN YANG DITIMBULKAN
a.       Dialisis
Proses penghilangan ion-ion yang mengganggu kestabilan koloid .
Contoh: proses dialisis digunakan pada proses cuci darah pada pasien yang mengalami sakit gagal ginjal, prosesnya disebut hemodialisis
b.      Koloid pelindung
Koloid pelindung dibuat untuk menstabilkan sistem koloid yang perlu dijaga kestabilannya, dimana  koloid pelindung ini akan membungkus partikel zat terdispersi supaya tidak mengelompok.
Contoh : gelatin digunakan sebagai koloid pelindung es krim yaitu untuk mencegah pembentukan kristal es.
c.       Pengolahan air
Pada pengolahan air bersih juga menggunakan dasar- dasar koloid yaitu koagulasi dan adsorpsi.
d.      Polusi
Polusi khususnya polusi udara umumnya dikarenakan oleh partikel –partikel polutan yang berbentuk koloid , misalnya debu dan asap.